15 Desember 2008

Serat optik


Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

Serat optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi serta dalam pencahayaan, sensor, dan optik pencitraan.

Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.

Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.

Pembagian Serat optik dapat dilihat dari 2 macam perbedaan :

1. Berdasarkan Mode yang dirambatkan :

  • Single mode : serat optik dengan core yang sangat kecil, diameter mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding cladding.
  • Multi mode : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.

2. Berdasarkan indeks bias core :

  • Step indeks : pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang homogen.
  • Graded indeks : indeks bias core semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan.


Bagian-bagian serat optik jenis single mode

Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit Error Rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.

[sunting] Sejarah perkembangan

Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Percobaan ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.

Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. Kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro.

Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.

Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan cukup kita dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.

Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.

Tahun 80-an, bendera lomba industri serat optik benar-benar sudah berkibar. Nama-nama besar di dunia pengembangan serat optik bermunculan. Charles K. Kao diakui dunia sebagai salah seorang perintis utama. Dari Jepang muncul Yasuharu Suematsu. Raksasa-raksasa elektronik macam ITT atau STL jelas punya banyak sekali peranan dalam mendalami riset-riset serat optik.

2. Time Line Pengembangan Fiber Optik

1917 Theory of stimulated emission Albert Einstein mengajukanm sebuah teori tentang emisi terangsang dimana jika ada atom dalam tingkatan energi tinggi 1954 "Maser" developed Charles Townes, James Gordon, dan Herbert Zeiger di Columbia University mengembangkankan "maser" yaitu microwave amplification by stimulated emission of radiation, dimana molekul dari gas amonia memperkuat dan menghasilkan gelombang. . Pekerjaan ini menghabiskan waktu tiga tahun sejak ide Townes pada tahun 1951 untuk mengambil manfaat dari osilasi frekuensi tinggi molekular untuk membangkitkan gelombang dengan penjang gelombang pendek pada gelombang radio. 1958 Pengenalan Konsep Laser Townes dan ahli fisika Arthur Schawlow mempublikasikan paper yang menunjukan bahwa maser dapat dibuat untuk dioperasikan pada daerah infra merah dan optik. .Paper ini menjelaskan tentang konsep laser (light amplification by stimulated emission of radiation)


1960 ditemukannya Continuously operating helium-neon gas laser Laboratorium Riset Bell dan Ali Javan serta koleganya William Bennett, Jr., dan Donald Herriott menemukan sebuah continuously operating helium-neon gas laser. 1960 Ditemukannya Operable laser Theodore Maiman, seorang fisikawan dan insinyur elektro di Hughes Research Laboratories, menemukan operable laser dengan menggunakan sebuah kristal batu rubi sintesis sebagai medium. 1961 Glass fiber demonstration Peneliti industri Elias Snitzer dan Will Hicks mendemontrasikan sinar laser yang diarahkan melalui serat gelas yang tipis. Inti serat gelas tersebut cukup kecil yang membuat cahaya hanya dapat melewati satu bagian saja tetapi banyak ilmuwan menyatakan bahwa serat tidak cocok untuk komunikasi karena rugi rugi cahaya yang terjadi karena melewati jarak yang sangat jauh. 1961 Penggunaan ruby laser untuk keperluan medis Penggunaan laser yang dihasilkan dari batu Rubi yang pertama, Charles Campbell of the Institute of Ophthalmology at Columbia- Presbyterian Medical Center dan Charles Koester of the American Optical Corporation menggunakan prototipe ruby laser photocoagulator untuk menghancurkan tumor pada retina pasien. 1962 Pengembangan Gallium arsenide laser Tiga group riset terkenal yaitu General Electric, IBM, dan MIT’s Lincoln Laboratory secara simultan mengembangkan gallium arsenide laser yang mengkonversikan energi listrk secara langsung ke dalam cahaya infra merah dan perkembangan selanjutnya digunakan untuk pengembangan CD dan DVD player serta penggunaan laser printer. 1963 Heterostructures Ahli fisika Herbert Kroemer mengajukan ide yaitu heterostructures, kombinasi dari lebih dari satu semikonduktor dalam layer-layer untuk mengurangi kebutuhan energi untuk laser dan membantu untuk dapat bekerja lebih efisien. Heterostructures ini nantinya akan digunakan pada telepon seluler dan peralatan elektronik lainnya.


1966 kertas Landmark pada optical fiber Charles Kao dan George Hockham yang melakukan penelitian di Standard Telecommunications Laboratories Inggris mempublikasikan landmark paper yang mendemontrasikan bahwa fiber optik dapat mentransmisikan sinar laser yang sangat sedikit rugi-ruginya jika gelas yang digunakan sangat murni. Dengan penemuan ini kemudian para peneliti lebih fokus pada bagaimana cara memurnikan bahan gelas. 1970 Fiber Optik yang memenuhi standar kemurnian. Ilmuwan Corning Glass Works yaitu Donald Keck, Peter Schultz, dan Robert Maurer melaporkan penemuan fiber optik yang memenuhi standar yang telah ditentukan oleh Kao dan Hockham. Gelas yang paling murni yang dibuat terdiri atas gabungan silika dalam tahap uap dan mampu mengurangi rugi-rugi cahaya kurang dari 20 decibels per kilometer. Pada 1972 tim ini menemukan gelas dengan rugi-rugi cahaya hanya 4 decibels per kilometer. Juga pada tahun 1970, Morton Panish dan Izuo Hayashi dari Bell Laboratories dengan tim Ioffe Physical Institute di Leningrad, mendemontrasikan semiconductor laser yang dapat dioperasikan pada temperatur ruang. Kedua penemuan tersebut merupakan terobosan dalam komersialisasi penggunaan fiber optik. 1973 Proses Chemical vapor deposition John MacChesney dan Paul O. Connor pada Bell Laboratories mengembangkan proses chemical vapor deposition process yang memanaskan uap kimia dan oksigen ke bentuk ultratransparent glass yang dapat diproduksi masal ke dalam fiber optik yang mempunyai rugi-rugi sangat kecil. 1975 Komersialisasi Pertama dari semiconductor laser Insinyur pada Laser Diode Labs mengembangkan semiconductor laser komersial pertama yang dapat dioperasikan pada suhu kamar. 1977 Perusahaan telepon menguji coba penggunaan fiber optic Perusahaan telepon memulai penggunaan fiber optik yang membawa lalu lintas telepon. GTE membuka jalur antara Long Beach dan Artesia, California, yang menggunakan transmisi light-emitting diode. Bell Labs mendirikan sambungan yang sama pada sistem telepon di Chicago dengan jarak 1,5 mil di bawah tanah yang menghubungkan 2 s switching station.

1980 Sambungan Fiber-optic telah ada di Kota kota besar di Amerika AT&T mengumumkan akan menginstal fiber-optic yang menghubungkan kota kota antara Boston dan Washington D.C. kemudian dua tahun kemudian MCI mengumumkan untuk melakukan hal yang sama. 1987 "Doped" fiber amplifiers David Payne di University of Southampton memperkenalkan fiber amplifiers yang dikotori oleh elemen erbium. optical amplifiers abru ini mampu menaikan sinyal cahaya tanpa harus mengkonversikan terlebih dahulu ke dalam energi listrik. 1988 Kabel Pertama Transatlantic Fiber-Optic Kabel Translantic yang pertama menggunakan fiber glass yang sangat transparan sehingga repeater hanya dibutuhkanb ketika sudah mencapai 40mil. 1991 Optical Amplifiers Emmanuel Desurvire di Bell Laboratories serta David Payne dan P. J. Mears dari University of Southampton mendemontrasikan optical amplifiers yang terintegrasi dengan kabel fiber optic tersebut. Keuntungannya adalah dapat membawa informasi 100 kali lebih cepat dari pada kabel electronic amplifier. 1996 optic fiber cable yang menggunakan optical amplifiers ditaruh di samudera pasifik TPC-5, sebuah optic fiber merupakan fiber optic pertama yang menggunakan optical amplifiers. Kabel ini melewati samudera pasifik mulai dari San Luis Obispo, California, ke Guam, Hawaii, dan Miyazaki, Japan, dan kembali ke Oregon coast dan mampu untuk menangani 320,000 panggilan telepon. 1997 Fiber Optic menghubungkan seluruh dunia Fiber Optic Link Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan abel terpanjang di seluruh dunia yang menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.

2. Generasi Perkembangan Serat Optik

Berdasarkan penggunaannya maka sistem komunikasi serat optik (SKSO) dibagi menjadi 4 tahap generasi yaitu :

1. Generasi pertama (mulai 1975) Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya, terdiri dari : alat encoding : mengubah input (misal suara) menjadi sinyal listrik transmitter : mengubah sinyal listrik menjadi sinyal gelombang, berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 mm. serat silika : sebagai penghantar sinyal gelombang repeater : sebagai penguat gelombang yang melemah di perjalanan receiver : mengubah sinyal gelombang menjadi sinyal listrik, berupa fotodetektor alat decoding : mengubah sinyal listrik menjadi output (misal suara) Repeater bekerja melalui beberapa tahap, mula-mula ia mengubah sinyal gelombang yang sudah melemah menjadi sinyal listrik, kemudian diperkuat dan diubah kembali menjadi sinyal gelombang. Generasi pertama ini pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi sebesar 10 Gb.km/s.

2 Generasi kedua (mulai 1981)

Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran teras serat diperkecil agar menjadi tipe mode tunggal. Indeks bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan indeks bias teras. Dengan sendirinya transmitter juga diganti dengan diode laser, panjang gelombang yang dipancarkannya 1,3 mm. Dengan modifikasi ini generasi kedua mampu mencapai kapasitas transmisi 100 Gb.km/s, 10 kali lipat lebih besar daripada generasi pertama.

3. Generasi ketiga (mulai 1982)

Terjadi penyempurnaan pembuatan serat silika dan pembuatan chip diode laser berpanjang gelombang 1,55 mm. Kemurnian bahan silika ditingkatkan sehingga transparansinya dapat dibuat untuk panjang gelombang sekitar 1,2 mm sampai 1,6 mm. Penyempurnaan ini meningkatkan kapasitas transmisi menjadi beberapa ratus Gb.km/s.

4. Generasi keempat (mulai 1984)

Dimulainya riset dan pengembangan sistem koheren, modulasinya yang dipakai bukan modulasi intensitas melainkan modulasi frekuensi, sehingga sinyal yang sudah lemah intensitasnya masih dapat dideteksi. Maka jarak yang dapat ditempuh, juga kapasitas transmisinya, ikut membesar. Pada tahun 1984 kapasitasnya sudah dapat menyamai kapasitas sistem deteksi langsung. Sayang, generasi ini terhambat perkembangannya karena teknologi piranti sumber dan deteksi modulasi frekuensi masih jauh tertinggal. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa sistem koheren ini punya potensi untuk maju pesat pada masa-masa yang akan datang.

5. Generasi kelima (mulai 1989)

Pada generasi ini dikembangkan suatu penguat optik yang menggantikan fungsi repeater pada generasi-generasi sebelumnya. Sebuah penguat optik terdiri dari sebuah diode laser InGaAsP (panjang gelombang 1,48 mm) dan sejumlah serat optik dengan doping erbium (Er) di terasnya. Pada saat serat ini disinari diode lasernya, atom-atom erbium di dalamnya akan tereksitasi dan membuat inversi populasi*, sehingga bila ada sinyal lemah masuk penguat dan lewat di dalam serat, atom-atom itu akan serentak mengadakan deeksitasi yang disebut emisi terangsang (stimulated emission) Einstein. Akibatnya sinyal yang sudah melemah akan diperkuat kembali oleh emisi ini dan diteruskan keluar penguat. Keunggulan penguat optik ini terhadap repeater adalah tidak terjadinya gangguan terhadap perjalanan sinyal gelombang, sinyal gelombang tidak perlu diubah jadi listrik dulu dan seterusnya seperti yang terjadi pada repeater. Dengan adanya penguat optik ini kapasitas transmisi melonjak hebat sekali. Pada awal pengembangannya hanya dicapai 400 Gb.km/s, tetapi setahun kemudian kapasitas transmisi sudah menembus harga 50 ribu Gb.km/s.

6. Generasi keenam

Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer memelopori sistem komunikasi soliton. Soliton adalah pulsa gelombang yang terdiri dari banyak komponen panjang gelombang. Komponen-komponennya memiliki panjang gelombang yang berbeda hanya sedikit, dan juga bervariasi dalam intensitasnya. Panjang soliton hanya 10-12 detik dan dapat dibagi menjadi beberapa komponen yang saling berdekatan, sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton merupakan informasi yang terdiri dari beberapa saluran sekaligus (wavelength division multiplexing). Eksperimen menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5 saluran yang masing-masing membawa informasi dengan laju 5 Gb/s. Cacah saluran dapat dibuat menjadi dua kali lipat lebih banyak jika dibunakan multiplexing polarisasi, karena setiap saluran memiliki dua polarisasi yang berbeda. Kapasitas transmisi yang telah diuji mencapai 35 ribu Gb.km/s.

Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu sinar-sinar yang panjang gelombangnya sama akan merambat dengan laju yang berbeda di dalam suatu bahan jika intensitasnya melebihi suatu harga batas. Efek ini kemudian digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehingga soliton tidak akan melebar pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan karena tingkat kesalahan yang ditimbulkannya amat kecil bahkan dapat diabaikan. Tampak bahwa penggabungan ciri beberapa generasi teknologi serat optik akan mampu menghasilkan suatu sistem komunikasi yang mendekati ideal, yaitu yang memiliki kapasitas transmisi yang sebesar-besarnya dengan tingkat kesalahan yang sekecil-kecilnya yang jelas, dunia komunikasi abad 21 mendatang tidak dapat dihindari lagi akan dirajai oleh teknologi serat optik.

PT INKA Bikin Mobil Murah, Harga Rp 50 Juta, Bahan Bakar Bisa Bensin atau Gas


PT INKA Bikin Mobil Murah
Harga Rp 50 Juta, Bahan Bakar Bisa Bensin atau Gas

Indonesia sebentar lagi bakal memiliki mobil nasional (mobnas). PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun bekerja sama dengan Direktur Pembinaan SMK Depdiknas memproduksi ratusan mobil dengan harga murah.

DI salah satu stan Gelar Tekonologi Nusantara (GTN) 2008 di kampus Balai Latihan Pendidikan Teknis (BLPT) Jogja, beberapa orang tengah menjawab pertanyaan pengunjung pameran. Para pengunjung bertanya banyak hal tentang dua mobil yang dipajang di stan PT INKA Madiun.

Ya, dua mobil itu menjadi pusat perhatian para pengunjung. Dua mobil berwarna merah dan orange tersebut hasil karya INKA yang dipamerkan pada GTN yang berlangsung tanggal 17 - 20 Mei.

"Mobil ini buatan asli Indonesia," kata General Manager Pengembangan Bisnis PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun Harsan Badawi, Minggu lalu.

Spesifikasi kendaraan tidak kalah dengan mobil-mobil import yang dipasarkan di Indonesia. Mobil yang memuat 3-5 orang tersebut dapat melaju dengan kecepatan maksimum 85 km/jam. Bodi kendaraan dibalut full fiberglass dengan empat gigi kecepatan. Juga dilengkapi fasilitas AC dan tape.

Mobil tersebut juga dapat menggunakan bahan bakar bensin atau gas. Satu liter bensin mampu berjalan sejauh 20 km. "Bahan bakarnya tinggal disetel mau gunakan apa. Bensin bisa, gas juga oke," kata Staf Manager PT INKA Eko Dono.

Pembuatan satu unit mobil membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan - 2 bulan. Anda ingin tahu berapa harga mobil tersebut? Harganya dipatok paling mahal Rp 50 juta.

Hanya, mobil tersebut diproduksi khusus untuk guru-guru yang mengajar di sekolah menengah kejuruan (SMK). Produksinya baru akan dimulai tahun 2009.Tahap pertama akan diproduksi 200 unit. DIJ sendiri telah memesan 40 unit.

Selain mobil karya PT INKA Madiun, Gelar Tekonologi Nusantara juga memerkan karya-karya siswa SMK dan mahasiswa berbagai perguruan tinggi. "Kegiatan ini diikuti 24 perguruan tinggi, SMK dan 32 peserta dari dunia industri," terang Kepala BLPT Jogjakarta Drs Untung Sukaryadi MM.

Peserta tidak hanya dari DIJ. Namun dari berbagai kota di Jabar, Jateng dan Jatim. Acara yang kali pertama digelar ini menyuguhkan karya-karya terbaik dalam bidang teknologi.

Antara lain, replika robot pemindah barang, alat pemecah mlinjo, teknologi informasi, otomotif dan sepeda motor dengan tenaga listrik
http://www.jawapos.co.id/index.php?a...&id=215165&c=1

01 Desember 2008

Tokoh-Tokoh hacker legendaries

5. Robert T. Morris
Robert T. Moris lahir tahun 1966, beliau menjadi terkenal karena program worm yang di ciptakannya mengacau internet. Pada masa remaja Robert sudah berhasil meng-hack system computer Bell Labs dan memperoleh hak akses super user.
Berawal pada tanggal 2 november 1988, saat masih di Cornell University. Robert Morris menulis sebuah program Worm yang menurutnya ditunjukan untuk maksud penelitian. Worm tersebut memiliki kemampuan untuk menyebar di internet secara otonom, bahkan memanfaatkan kelemahan yang umum ada system Unix, termaksud juga mengexploitasi system sendmail dan belum lagi dengan berbagai kemampuan lainnya. Malangnya program worm itu menyebar tak terkendali yang menimbulkan kemacetan ribuan computer di internet.
Berawal dari kasus inilah mendorong pembentukan CERT(computer emergency resource team), yaitu badan yang bertugas menangani kasus-kasus internet. Robert Morris sendiri didenda US$10.000 dan menjadi orang yang paling terkenal karena membuat virus.

6. Kevin Poulsen
Kevin Poulsen adalah orang yang berhasil menembus system keamanan FBI pada akhir tahun 1980. dari akses tersebut, Poulsen memperoleh data-data “perusahaan “yang dijalankan oleh agen-agen FBI. Akibatnya tentu saja ia harus berurusan dengan FBI.
Pada tahun 1990, beliau memenangkan kontes telephon yang diselengarakan oleh sebuah rasio di Los Angees. Caranya cukup unik, yakni mengambil alih system computer perusahaan telepon Los Angeles, memblokir semua telephon ke stasiun radio tersebut, dan membuat dirinya sendiri menjadi penelphon yang ke 102 (dan tentu saja otomatis menjadi pemenang)
Pada tahun 1998 lalu beliau dibebaskan, dan menjadi penulsi tetap pada perusahaan ZDTV. Rubrik yang diasuhnya adalah Chaos Theory, yaitu sebuah rubric kejahatan computer.

7. Kevin Mitnick
Kevin Mitnick yang lahir pada tahun 1963 adalah seorang hacker paling banyak dipublikasikan karena terlibat perkara criminal.
Beliau ditangkap untuk kelima kalinya pada bulan februari tahun 1995 setelah pelacakan FBI dan bantuan pakar keamanan Tsutomu Shimomura. Dangan tuduhan antara lain kepemilikan 20.000 nomor kartu kredit curian, menyalin system operasi DEC (Digital Equipment Corporation) secara illegal dan menggunakan komputernya unuk mengambil alih hub jaringan telepon New York dan Calivornia.

8. Steven Mozniak
Steven Mozniak dibesarkan di SUnnyville, karena kecerdasanya dibidang matematika, maka pada tahun 1980 steven berhasil merancang computer pribadinya sendiri. Steven diremehkan oleh perusahaan-perusahaan besar serperti IBM. Karena pada saat itu IBM memilih memproduksi computer-komputer besar dengan kemampuan bersar dan ukuran yang besar serta harga yang mahal.
Steven Moziak bekerjasama dengan rekannya Steven Jobs dan mendirikan Apple Computer. Produk pertama dari perusahaan mereka adalah Apple I, tetapi produk yang membuat Apple compter terkenal adalah produk Apple II, yang keluar pada tahun 1977,. Segera setelah itu (1980) apple computer go Public. Stelah beberapa lama menikmati kesuksesan Apple computer steven Mozniak memutuskan untuk keluar. Dan bergabung lagi pada tahun 1996, ia kembali lagi ke perusahaan itu dengan jabatan penasehat.

9. John Draper
Lebih dekenal dengan julukan “Cap’n Crunch”. Beliau adalah seorang Hacker generasi pertama yang beroperasi dibidang telekomunikasi dan mendapat julukan Phreaker. Beliau menemukan cara untuk melakukan hubungan telephon jarak jauh yaitu dnean sebuah kotak sereal yang pada tutupnya diberi sebuah peluit, lalu peluit itu ditiup secara perahan-lahan maka akan menghasiklan nada 2600 Mhz dengan sempurna, setelah itu peluit itu didekatkan pada seubah pesawat penerima telephon maka akan tersambung tanpa biaya.

Tokoh-Tokoh hacker legendaries 1

1. Dennis M.Ritchie
Dennis M.Ritchie, pria kelahiran 9 september 1941 di broxville-new york tersebut memperoleh gelar BSi dibidang fisika dan Phd dibidang matematika terapan Harvad University .
Dennis bersama dengan rekannya ken Thompson menulis system operasi Unix yang merupakan system operasi pertama yang berjalan diberbagai jenis computer.
Untuk menghasilkan system operasi tersebut, dennis dan rekannya ken menyempurnakan bahasa pemprograman B karya ken. Sehingga lahirlah bahasa c yang digunakan untuk mengulis Unix.

2. Ken Thompson
Ken Thompson adalah mitra kerja Dennis M. Ritchie yang membuat system operasi Unix. Banyak penghargaan yang diperoleh oleh mereka berdua, diantaranya adalah ACM Award(1974), IEEE Emmanuel Piore Award(1982), Bell Laboratories Fellow (1983), U.S National Medal of Technology (1999), dan masih banyak lagi.
Sampai sekarang mereka masih aktif di Bell Labs. Proyek yang sudah mereka selesaikan antara lain system operasi Plan9 dan Inferno.

3. Linus Torvalds
Linus Torvalds, nama lengkapnya adalah Linus Benedict Torvads lahir Helsinki-Filandia tahun 1970. saat muda beliau berambisi untuk membuat system operasai yang lebih bagus dari dan bersifat gratis. Pada masa itu, beliau masih menggunakan Minix, yaitu salah satu klon Unix.
Dari idenya tersebut, bersama-sama dengan rekan-rekannya beliau membuat system operasi linux, yang merupakan system operasi yang mirip dengan Unix. Bahkan sekarang linux berkembang pesat degnan berbagai versi. Walau demikian linus sendiri menggunakan versi Red hat.

4. Richrd M. Stallman
Stallman lahir tahun 1953, merupakan seorang hacker generasi pertama yang paling dikenal. Pria lulusan harvad university ini bekerja dilaboratorium Artifical Intelegence di MIT. Dan pada tahun 1980 beliau keluar dari MIT.
Pengalaman yang diperolehnya selama di MIT digunakan untuk membantu temannua menulis sebuah buku yang berjudul Hacker Heroes of The Computer Revolution, tahun 1984. beliau adalah pendiri free Software Foundation, dikarenakan beliau menentang anggapan bahwa software adalah hak milik pribadi. Dari modul-modul Free Software itulah yang banyak membantu Linus Torvalds dalam menciptakan Linux.
Perlu diketahui bahwa Stallman menyatakan tidakpuasnya dnean trend hacker dewasa ini yang suka menyusup ke computer orang lain.